SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), gerak cepat menerjunkan tim ke lokasi putusnya sling jembatan gantung di Kecamatan Tegalbuleud, yang mengancam keselematan warga pelintas, Kamis (2/4/2026).
Informasi yang dihimpun, kejadian putusnya sling jembatan gantung tersebut mencuat di publik hingga salahsatu warga pengguna roda dua hampir terjatuh ke sungai. Langkah Disperkim bersama BPBD diambil untuk memastikan langkah cepat penanganan darurat bagi warga terdampak.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa tim teknis dari Dinas Perkim didampingi BPBD sudah berada di lapangan sejak pagi. Meski secara administratif jembatan tersebut tidak masuk dalam kewenangan dinasnya, akan tetapi pihaknya tetap turun tangan bersama instansi terkait.

“Saya sudah dapat arahan dari Bapak Bupati (Asep Japar) untuk menurunkan tim Perkim dan sudah terjun kelapangan duluan sejak pagi. Namun kita harus tahu ya, jembatan itu sekarang tidak masuk ke kewenangan Perkim,” ujar Sendi, dilansir dari Detik.com saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).
BACA JUGA : https://reportikanews.com/2026/04/01/kadis-perkim-kampung-mubarakah-desa-cikadu-habiskan-lahan-24-400-meter/
Sendi menjelaskan, mekanisme penanganan jembatan tersebut kemungkinan besar akan dilakukan melalui intervensi program lain, berkaca pada penanganan jembatan serupa sebelumnya.
“Fokus utama saat ini adalah respons cepat terhadap situasi bencana yang terjadi di lapangan. Setiap ada kejadian bencana, itu pastinya BPBD yang turun. Tapi masuk kepada ring kewenangan, jadi kami besama BPBD gerak cepat saya turun ke lapangan sekarang,” tandasnya*
Editor : Rudi Samsidi.




















