SUKABUMI – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Provinsi Jawa Barat, Kusnali, laksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan program pembinaan kemandirian di bidang ketahanan pangan, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Selasa (05/05/2026).
Informasi yang dihimpun, program kegiatan pembinaan kemandirian di bidang ketahanan pangan ini, difokuskan pada perkembangan Pusat Ketahanan Pangan Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri, program tersebut salah satu program unggulan dalam mendukung pembinaan warga binaan.
Dalam kunjungan Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jabar, Kusnali disambut penuh hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, didampingi jajaran pejabat struktural. turut hadir Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono.
Area SAE Berkah Mandiri saat ini tengah dikembangkan Lapas Kelas IIA Warungkiara, sebagai pusat ketahanan pangan berbasis pertanian dengan memanfaatkan lahan perkebunan dengan luas lahan mencapai 3,5 hektar.
“Kami mengapresiasi atas upaya Lapas Warungkiara dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian,” ujar Kakanwil Ditjen PAS Jabar, Kusnali.
Kusnali menilai, melalui program pembinaan mandiri ini, tidak hanya akan berdampak pada peningkatan keterampilan warga binaan, tetapi juga akan berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
“Program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. SAE Berkah Mandiri diharapkan mampu menjadi percontohan bagi satuan kerja lainnya,” harap Kusnali.
Ditempat yang sama, Kalapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menambahkan program ketahanan pangan ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian dan perkebunan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan SAE Berkah Mandiri sebagai wadah pembinaan yang memberikan manfaat nyata, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Kurnia.
Melalui kegiatan ini, Kurnia mengharapkan dalam pelaksanaan program pembinaan yang digerakan di Lapas Warungkiara ini, bisa semakin optimal dan mampu mendukung tujuan pemasyarakatan.
“Dapat menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat,” pungkas Kurnia Panji Pamekas.*
Reporter : MG1/V
Editor : Rudi Samsidi.






















