Selasa, September 8, 2026
Reportikanews
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga
No Result
View All Result
Reportikanews
No Result
View All Result
Home Headline

Parah, Tiga Oknum PNS Disdik Gelapkan Dana Koperasi Miliaran Rupiah

by admin
17 Desember 2023
in Headline, Pendidikan, Peristiwa, Regional
0
Parah, Tiga Oknum PNS Disdik Gelapkan Dana Koperasi Miliaran Rupiah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

REPORTIKANEWS.COM-Diduga gelapkan dana koperasi simpan pinjam miliaran rupiah, Tiga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Jawa Barat, di jeruji besikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut.

Informasi yang dihimpun, ketiga oknum PNS tersebut diantara lain Dadan Hamdani (Jabatan Kepala Sekolah), Komalawati (Staf Korwil Disdik) dan Yayah Rokayah (Bendahara Sekolah), sekarang sudah dilakukan penahanan di Pengadilan Negeri (PN) Garut untuk tahap persidangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Garut, Jaya P. Sitompul mengungkapkan, ketiga tersangka yang sebelumnya memiliki jabatan di salahsatu sekolah di Garut. Diduga melakukan tindakan curang dan melakukan permufakatan jahat dalam mengajukan pinjaman fiktif atas nama sekolah, dengan jaminan pembayaran dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kasus ini berawal saat Dadan Hamdani, selaku kepala sekolah, mengalami kesulitan keuangan. Dimana Yayah Rokayah yang merupakan bendahara, memberi informasi bahwa ada koperasi simpan pinjam yang dapat memberikan pinjaman uang atas nama sekolah dengan jaminan pembayaran dari dana BOS. Modus operandi ketiganya dilakukan sejak tahun 2018 hingga 2019,” ujar Jaya P. Sitompul, Jum’at (15/ 12/23) kemarin.

Lanjut Jaya P. Sitompul dalam proses pinjaman, terdakwa Yayah menyarankan Dadan (Kepsek) membuat buku tabungan baru ke bank dengan alibi hilang. Meskipun buku tersebut dijaminkan, tetap bisa melakukan pinjaman dengan menggunakan buku tabungan tersebut.

“Ketiga terdakwa pun melakukan permufakatan jahat untuk mengajukan pinjaman fiktif atas nama sekolah. Dimana Komalawati, yang merupakan Bendahara Korwil Pendidikan tempat Dadan dan Yayah bertugas, menjadi penjamin dari Korwil pendidikan dengan iming-iming imbalan,” beber Jaya.

Dari hasil pemeriksaan, Komalawati menyepakati dan setuju menandatangani surat penjamin atas pinjaman yang diajukan oleh Dadan dan akhirnya pada 18 September 2018, pinjaman tersebut berhasil cair. Selanjutnya proses yang melibatkan Dadan dan Yayah dalam pemilihan nama sekolah untuk pinjaman fiktif, sementara Komalawati melengkapi data pengajuan pinjaman dengan menggunakan dokumen yang dimilikinya sebagai bendahara.

“Ketiga terdakwa menjalankan aksinya sejak 2018 selama periode September 2018 hingga Januari 2019, Hingga berhasil melakukan pinjaman fiktif atas nama 14 sekolah dengan jumlah uang yang bervariatif, mulai dari Rp.35 juta hingga Rp.100 juta, diterima oleh kepsek dan bendahara gadungan, selanjutnya diserahkan kepada Yayah, dengan imbalan,” jelasnya.

Hingga akhirnya aksi penggelapan terbongkar setelah pihak koperasi curiga ketika kepala dan bendahara sekolah gadungan yang ditugaskan diminta KTP asli saat pencairan dana. Pihak koperasi kemudian mengecek ke sekolah yang disebutkan, dan ternyata mereka (sekolah) tidak pernah mengajukan pinjaman.

“Kasus ini membuktikan bahwa seluruh transaksi pinjaman yang dilakukan oleh ketiganya adalah fiktif. Pihak kejaksaan dan pengadilan kini akan memproses kasus ini lebih lanjut, dan ketiganya dihadapkan pada tuduhan serius terkait kejahatan korupsi dan pemalsuan dokumen,” bebernya.

Jaya menegaskan, mencuatnya kasus penggelapan ini harus menjadi perhatian serius dan sangat urgen sekali, bagaimana dengan “Wajah Dunia Pendidikan Kita” dan hal ini mungkin saja bukan hanya terjadi di Garut saja, tetapi di daerah lain pun bisa dan mungkin ada, cuma mungkin tidak ketahuan.

“Parah, miris, dengan apa yang terjadi untuk oknum PNS di Disdik tersebut, ada apa dengan semua yang terjadi, kenapa baru ketahuan setelah lima tahun,” selorohnya.**

admin

admin

Next Post
Dalam Momentum Kebersamaan Yonif 310/KK Bersama Anak Yatim Piatu, Pesan Mengharukan Disampaikan Kakorum Untuk TNI Di Papua

Dalam Momentum Kebersamaan Yonif 310/KK Bersama Anak Yatim Piatu, Pesan Mengharukan Disampaikan Kakorum Untuk TNI Di Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami / Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2022 Reportikanews.com - Media Independen dan Berintegritas

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga

© 2022 Reportikanews.com - Media Independen dan Berintegritas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam