Senin, April 20, 2026
Reportikanews
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga
No Result
View All Result
Reportikanews
No Result
View All Result
Home Regional

Guru Honorer Yang Tergabung Di From Pembela Honorer Indonesia Mengadakan Audensi Dengan Komisi IV DPRD dan Dinas Pendidikan di Aula Pelamboyan BKPSDM

by admin
18 Januari 2024
in Regional
0
Guru Honorer Yang Tergabung Di From Pembela Honorer Indonesia Mengadakan Audensi Dengan Komisi IV DPRD dan Dinas Pendidikan di Aula Pelamboyan BKPSDM
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

REPORTIKANEWS.COM – Sebanyak 1218 guru pendidik honorer yang tergabung di From Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Sukabumi Menggelar kegiatan Istighosah di lanjukan dengan menggelar kegiatan auden dengan, komisi IV DPRD , Sekertaris daerah Dinas Pendidikan dan BKPSD

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Plamboyan (BKPSDM) Jalan Raya Saelakapi Desa Cijalingan Kecamatan Cibadak dengan di hadiri oleh sekda Ade Suryaman,Hera Iskandar beserta anggota dari komisi IV,kepala dinas pendidikan Eka Nandang dan sekertaris,Teja Sumirat dan Ganjar Anugrah dari BKPSDM,Kesbangpol,DPKAD dan Kemenag, Rabu (17/01/2024).

Sekertaris Daerah Ade Suryaman mengatakan pihaknya sangat merespon dan menyambut baik apa yang di sampaikan (FPHI) di acara auden tersebut apa yang menjadi aspirasi dan keluhan dari para guru pendidikan terkait dengan pengangkatan guru Honorer terutama yang berhubungan dengan kebijakan pengangkatan guru Honorer atau guru (PPPK)”saya menyambut baik usulan dan aspirasi yang disampaikan semua usulan akan diakomodir dan akan menjadi bahan pertimbangan.

“Menurutnya Aspirasi dari para guru telah kami tanggapi dan di terima , mudah-mudahan Aspirasi ini bisa membuahkan hasil,karna kami tidak punya kebijakan pastinya akan kembali pada aturan dan kebijakan dari pusat untuk formasi guru yang diusulkan oleh teman teman ada aturannya sehingga pemerintah daerah tidak bisa langsung mengambil kebijakan,”pungkasnya

Saat Ditemui awak media Ketua From Pembela Honorer Indonesia (FPHI) mengatakan kegiatan ini tidak lain hanya ingin memastikan dan mengawal usulan kebutuhan (ASN) yang sudah di usulkan oleh dinas pendidikan ke Setda Kabupaten Sukabumi,kemudian nantinya setda menyerahkan dan mengirim kan ke kemenpan RB, ini hanya usulan kebutuhan saja, bahwa guru honorer yang ada di Kabupaten Sukabumi ini memang jumlah nya seperti yang di usulkan, mereka itu hanya sebagai pengganti (ASN) yang ada,yang di usulkan ke Pemda Kabupaten Sukabumi dengan jumlah Sepuluh ribu tiga puluh sembilan, Audensi tadi memang sedikit Alot untuk dapat meyakinkan pemangku kebijakan ya mungkin begitulah?kami mengusulkan ke Pemda Kabupaten Sukabumi sebanyak Sepuluh ribu tiga puluh.

“Terlebih lagi kami sangat menyayangkan sikap dari Kemenag dan Dinas pendidikan yang saling lempar tanggung jawab yang di alami oleh Guru-Guru (PAI), pemangku kebijakan Saling lempar kewenangan”menurut kemenag Guru (PAI) menjadi binaan Kemenag yang berkaitan dengan mutu sedangkan kewenangannya berada di bawah di Dinas pendidikan nyata secara Regulasi mereka ini bekerja di instansi Pemerintah, Otomatis kewenangannya berada di Pemerintah terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi kata Kementrian Agama,”tuturnya

“Lebih lanjut Herman mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepda ketua komisi IV Hera Iskandar yang telah memfasilitasi pertemuan sehingga ada kesepakatan pengajuan dan menyaksikan penyerahan surat yang di terima oleh Sekda yang kemudian akan di serahkan ke Kemenpan RB “kami ingin memastikan Komisi IV mengawal jumlah kuota itu di klem oleh Kemenpan RB, jadi kita akan kawal samai ke Pusat,Sementara pemerintah pusat sudah menyiapkan jutaan formasi untuk (P3K) sementara ini baru terserap 50% dari jumlah yang sudah disiapkan secara nasional,itu di sebabkan pemerintah daerah di duga kurang memperhatikan dunia pendidikan sehingga dalam pengusulan jumlah kuota sangat minim,sementara Mentri Keuangan sudah menyiapkan sebanyak Delapan Ribu Seratus Empat Puluh,sementara pemda menerima kuota guru hanya Seratus Dua

 

Reporter : Rab Ripaldo
Editor : Arif,s

 

 

 

admin

admin

Next Post
Dongkrak Perekonomian KASAD Sebut, Sudah Banyak Perusahaan Yang Siap Mensuport Dalam Program Pertanian di Kab Sukabumi

Dongkrak Perekonomian KASAD Sebut, Sudah Banyak Perusahaan Yang Siap Mensuport Dalam Program Pertanian di Kab Sukabumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami / Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2022 Reportikanews.com - Media Independen dan Berintegritas

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Regional
  • Bisnis
  • Politik
  • Saba Desa
  • Pendidikan
  • Islami
  • Olahraga

© 2022 Reportikanews.com - Media Independen dan Berintegritas

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777