SUKABUMI, REPORTIKANEWS.com – Warga di Desa Bangbayang dan Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi beru baru ini diresahkan dengan banyak anjing liar yang keluar masuk keperkampungan warga. warga mengakui khawatir anjing liar mengancam keselamatan jiwa warga.
“Warga disini merasa sangat resah dengan adanya anjing liar yang mulai marak masuk kekampung sini, karena dikhawatirkan anjing liar belum terbebas rabies. Bila menggigit warga kususnya ank kecil, maka sudah tentu mengancam keselamatan jiwa warga, ” ungkap Ucu (40) warga Kampung Bangbayang Rt 03/02,Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud kepada reportikanews.com ,kemarin (5/5/2025).
Ucu mengakui mulai ada marak anjing liar kampungnya sudah berlangsung selama beberapa bulan terahir ini. Bahkan anjing liar makin berani berkeliaran serta mencari makanan kedapur-dapur warga.
“Saya juga heran, kenapa selama selama musim kemarau berlangsung populasi anjing liar diwlayah ini kian merajalela saja, ” katanya.
Padahal sebelum musim kemarau, diakui dia, populasi anjing liar tidak sebanyak sekarang. Selain itu, anjing liar terlihat beringas ketika keluarmasuk pemukiman warga.Guna mencegah kejadian yang tidak di inginkan sepeti gigitan anjing liar, ia bersama-sama warga lainnya senahtiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Bahkan untuk menghadang anjing liar yang akan menggigit warga, kini warga setiap saat terus siaga dengan senantiasa mempersiapkan benda tumpul dan senjata tajam berupa bambu,tumbak, jenis sajam lain-lainnya, ” katanya.
Selain pada itu warga terus menggiatkan ronda malam disekitar rumah tinggalnya.dikhawatirkan juga anjing liar akan memangsa ternak unggas warga.
“Yang pasti warga disini tidak mau kecolongan dengan adanya anjing liar, karena dikhawatirkan akan mengancam keselamatan jiwa warga juga ternak, ” ungkapnya.
Dikompirmasi di saat dilapangan, Ketua RT 03 Bah Asep ,membenarkan sejak musim kemarau berlangsung populasi anjing liar kian mengalami peningkatan tajam.
“Namun sejauh ini belum diketahui secara persis asal hewan tersebut. Yang jelas selama musim kemarau disetiap wilayah kian meningkat populasinya, ” katanya.
Guna mencegah maraknya anjing liar berpotensi virus rabies, Abah mengtakan, pihaknya telah meminta agar petugas Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi melakukan vaksinasi secara kontinu terhadap anjing-anjing liar yang ada.
“Selain itu, kami telah mengusulan pula agar petugas disnak secara bertahap melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar tersebut, ” ungkapnya.
Dimintai tanggapanya, drh Asep Kurnadi Kadis Perternakan Kabupaten Sukabumi mengakui hingga saat ini pihaknya belum memperoleh laporan resmi terkait adanya sejumlah kasus keluhan maraknya anjing liar yang meresahkan Desa Bangbayang.
“Sebab itu, pihaknya akan segera turun kelapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Siap segera kita cros chek ke lapangan, besok meluncur sekalian kita lakukan, survei dan dukasi ke warga terkait meminimalisir rabies. Kalau memungkinkan kita lakukan vaksinasi rabies masal untuk HPR ( anjing, kucing dan kera ) yg ada di daerah itu,” tandasnya.*
Reporter : Aris Gunawan
Editor : Rudi Samsidi



















