REPORTIKANEWS.COM – Di balik hamparan alam indah Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, tersimpan potensi besar yang tengah dibangkitkan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Nusaputra hadir bukan sekadar menjalankan tugas pengabdian, melainkan menjadi mitra strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Melalui narasi yang ditulis mahasiswi Universitas Nusaputra menyampaikan kegiatan ini adalah pemberdayaan UMKM lokal, melalui langkah-langkah nyata yang berdampak langsung pada perkembangan usaha masyarakat.
Melalui KKN, Mahasiswa dilapangan mendampingi pelaku usaha dalam proses pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai bentuk legalitas dan pengakuan resmi terhadap usaha mereka. Ini bukan sekadar syarat administratif, tetapi pintu gerbang menuju akses modal, pelatihan, dan peluang usaha yang lebih luas. Ibu Kepala Desa Cipeuteuy, menyampaikan,
BACA JUGA : https://reportikanews.com/2024/09/25/ruas-jalan-cipanas-kabandungan-mulus-warga-sumringah/
“Kami sangat berterima kasih kepada tim KKN yang telah membantu pelaku UMKM untuk memiliki NIB, sehingga usaha mereka kini memiliki legalitas resmi yang sangat penting untuk pengembangan usaha ke depan,” kata salah satu warga, Rabu (23/7/2025).

Tak berhenti di situ, para pelaku UMKM juga kami bantu mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps — membawa usaha desa masuk ke dalam peta digital agar mudah ditemukan, baik oleh pelanggan lokal maupun dari luar daerah. Sebuah langkah sederhana namun berdampak besar dalam era serba online saat ini. Selain itu, salah satu pelaku UMKM, Umi Wati, mengungkapkan,
“Terima kasih untuk bantuan pembuatan NIB yang sangat membantu usaha saya agar terdaftar secara resmi. Juga dengan adanya titik maps UMKM, usaha kami jadi lebih mudah ditemukan oleh pelanggan.” jelasnya.
Produk unggulan “Tidagor” (Tina Gedang Ngora), keripik pepaya muda khas Desa Cipeuteuy yang selama ini hanya dikenal di lingkup terbatas, kini kami bantu naik kelas! Mahasiswa KKN terlibat dalam proses re-branding produk, mulai dari desain kemasan yang menarik, penguatan identitas visual, hingga strategi pemasaran digital. Tidagor siap bersaing sebagai camilan lokal yang berkualitas dan punya cerita.
“Lewat kombinasi pendampingan legal, digitalisasi lokasi, penguatan branding, dan pengolahan produk unggulan, kami ingin menegaskan. UMKM bukan hanya pelengkap ekonomi desa, tetapi motor penggerak kemandirian bangsa,” kata Rani, mahasiswi Nusaputra.
Ketua KKN Universitas Nusaputra, Fachri Rajib Khairi Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proyek sesaat, tapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun desa melalui inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
“Kami percaya, desa yang diberdayakan akan melahirkan kekuatan besar untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Desa Cipeuteuy kini tak hanya menjadi wilayah yang kaya akan potensi alam dan budaya, tetapi juga contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat mendorong kemajuan ekonomi berbasis kearifan lokal dan daya saing modern.
“Desa Cipeuteuy pun semakin bersinar sebagai tonggak kebangkitan UMKM di Kabupaten Sukabumi, dan sekaligus memperkuat pilar-pilar pembangunan bangsa,” tandasnya.
Sumber : Mahasiswa Nusaputra.
Editor : Rudi Samsidi.



















