REPORTIKANEWS.COM-Keluarga besar Suriyanto LAW FIRM dan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPP PWRI) mengucapkan Selamat dan Sukses yang setinggi-tingginya atas Kenaikan Pangkat Satu Tingkat Lebih Tinggi kepada Kolonel Ckm dr. Muchlas Fahmi.
Ucapan selamat mengalir bentuk dukungan dan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan dengan rasa hormat serta bangga yang begitu antusias dan semangat. Pasalnya kenaikan pangkat yang diterima adalah sebuah penanda penting, bukan hanya tentang perubahan tanda pangkat di pundak, melainkan sebuah pengakuan resmi dari Negara dan Pimpinan TNI Angkatan Darat (AD) atas integritas, kompetensi, dedikasi, dan loyalitas pengabdiannya yang sudah teruji selama bertahun-tahun dalam menjaga kesehatan prajurit dan melayani masyarakat.
Rumah Sakit (RS) Tk. II 03.05.01 Dustira yang dipimpin Kolonel Ckm dr. Muchlas Fahmi adalah rumah sakit legendaris dan tebaik, berdiri sejak tahun 1930, Dustira adalah salah satu pilar utama sistem kesehatan TNI AD di Jawa Barat.
Memimpin rumah sakit sebesar dan bersejarah seperti Dustira tentu membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya cakap secara medis, tetapi juga kuat dalam manajerial dan kepemimpinan militer, dan sosok itu ada pada Bapak Kolonel Ckm dr. Muchlas Fahmi.
Sebagai seorang perwira Korps Kesehatan dengan kualifikasi dokter spesialis kandungan (Sp.OG), Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), dan C.C.D, Kolonel Ckm dr. Muchlas Fahmi telah menunjukkan kepemimpinan yang paripurna.
Beliau adalah dokter prajurit yang mampu menyeimbangkan antara tugas kemanusiaan di meja operasi dan tugas komando dalam mengelola sebuah institusi kesehatan militer yang besar dan kompleks.
Salah satu capaian paling nyata yang kami amati sejak Rumah Sakit Dustira berada di bawah kepemimpinan Bapak adalah terwujudnya pelayanan kesehatan prajurit yang komprehensif. Pelayanan ini tidak lagi parsial, tetapi menyeluruh, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif bagi prajurit TNI AD, PNS, dan keluarga besar TNI, sehingga kesiapan tempur prajurit benar-benar terjaga secara optimal.
Inovasi kedua yang sangat monumental dan patut diapresiasi adalah peningkatan signifikan pada dana masyarakat umum. Sejak dipimpin oleh dr. Muchlas, kepercayaan publik terhadap Dustira meningkat tajam, sehingga partisipasi masyarakat umum untuk berobat ke Dustira naik secara signifikan.
Ini adalah bukti bahwa manajemen yang profesional, pelayanan yang humanis, dan transparansi yang Bapak terapkan berhasil mengubah Dustira menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat Bandung Raya, bukan hanya untuk kalangan militer.
Dan yang paling membanggakan, terutama bagi kaum perempuan, adalah gagasan visioner Bapak tentang program kerja yang terukur pada program unggulan IGD Khusus Wanita. Sebagai seorang Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Bapak sangat memahami bahwa wanita membutuhkan penanganan gawat darurat yang berbeda, yang lebih privat, cepat, dan empatik. Program IGD Khusus Wanita yang sedang Bapak gagas ini adalah terobosan nasional dan akan menjadi yang pertama di lingkungan Rumah Sakit TNI.
Program IGD Khusus Wanita ini bukan sekadar ruangan baru, tetapi sebuah filosofi pelayanan. Kami mendapat informasi bahwa program ini dirancang dengan standar terukur, dengan tenaga medis perempuan yang siaga 24 jam, alur pelayanan yang menjaga privasi pasien, serta penanganan kegawatdaruratan kandungan, kekerasan terhadap perempuan, dan kasus sensitif lainnya secara profesional dan bermartabat.
Tiga program unggulan tersebut, yaitu pelayanan prajurit yang komprehensif, inovasi peningkatan dana masyarakat umum yang signifikan, dan gagasan IGD Khusus Wanita, adalah bukti nyata bahwa kenaikan pangkat Bapak sangat layak dan didasarkan pada hasil kerja yang konkret, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh prajurit dan rakyat.
Bagi kami di SURIYANTO LAW FIRM, dan DPP PWRI program-program Bapak memiliki korelasi kuat dengan dunia penegakan hukum. IGD Khusus Wanita misalnya, akan sangat membantu para penegak hukum dan korban dalam proses visum et repertum yang lebih manusiawi. Sementara pelayanan prajurit yang prima adalah jaminan kepastian hukum bagi prajurit yang sedang bertugas menjaga kedaulatan negara.
Oleh karena itu, kami dari DPP PWRI sebagai organisasi wartawan akan terus mengawal dan mempublikasikan setiap inovasi positif dari RS Dustira. Kami percaya, sinergi antara TNI AD melalui RS Dustira, dengan elemen masyarakat sipil seperti advokat dan wartawan, adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh dokter muda TNI dan perwira kesehatan. Bapak telah membuktikan bahwa dengan ilmu yang terus diasah, dengan manajemen rumah sakit yang modern, dan dengan hati yang tulus untuk melayani, seorang dokter TNI dapat berkarir cemerlang dan memberikan dampak yang luas bagi institusi dan masyarakat.
Harapan kami, dengan pangkat baru yang semakin tinggi, Bapak diberikan amanah yang lebih besar lagi dalam jajaran Kesehatan TNI AD. Semoga semua program unggulan yang sedang Bapak gagas, terutama IGD Khusus Wanita, dapat segera terwujud dan diresmikan, sehingga menjadi legacy dan warisan pelayanan terbaik Bapak untuk Dustira dan untuk Indonesia.
Kami mendoakan Bapak Kolonel Ckm dr. Muchlas Fahmi senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan oleh Allah SWT dalam setiap langkah pengabdian. Semoga keluarga besar Bapak senantiasa diberikan kebahagiaan, dan semoga Rumah Sakit Tk. II Dustira di bawah komando Bapak semakin maju, unggul, dan dicintai oleh prajurit serta masyarakat.
Akhir kata, sekali lagi selamat dan sukses atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Teruslah mengabdi untuk prajurit, untuk masyarakat, dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dustira Bangga, TNI AD Jaya, Rakyat Sehat.**


















