SUKABUMI, REPORTIKANEWS.COM-Menjalani masa pidana tidak menutup kesempatan seseorang untuk memperbaiki diri, seperti hal warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan berbagai program pembinaan termasuk di bidang keagamaan melalui program pesantren khusus yang mewajibkan peserta menyetorkan hafalan ayat suci Al-Qur’an.
Program tersebut menjadi salah satu bagian utama dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui kegiatan pesantren, mereka mendapat kesempatan memperdalam ilmu agama sekaligus membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pidana.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIA Warungkiara, Ibnu Wibowo, menjelaskan bahwa program pesantren tersebut memiliki peserta dari kalangan warga binaan yang mengikuti pembinaan secara khusus.
“Di sini juga ada program pesantren yang santrinya ada warga binaan khusus. Mereka ada kewajiban untuk setor hafalan ayat Al-Qur’an,” jelas Ibnu saat menerangkan program pembinaan di Lapas Warungkiara, Senin (13/10/2026).
Ia menyebut program tersebut dapat dikatakan sebagai pembinaan khusus yang diarahkan untuk membentuk penghafal Al-Qur’an dari kalangan warga binaan.
“Bisa dikatakan program spesialis untuk membentuk hafiz dari kalangan warga binaan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, program keagamaan ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan selama berada di dalam lapas. Namun, pembinaan tidak hanya berfokus pada aktivitas menghafal, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kepribadian yang lebih baik.**ADV
Editor : Rudi Samsidi


















